Sabtu, 10 Agustus 2019

Ragam Gerak Tari Dolalak

Dolalak adalah kesenian khas dari Kabupaten Purworejo. Tarian ini merupakan peninggalan pada zaman penjajahan Belanda. Asal kata Dolalak adalah dari not Do dan La karena tarian ini diiringi hanya dengan alat musik dua nada menggunakan sepasang Kenong.

Unsur utama dari koreografi tari adalah gerak, karena gerak sebagai medium dasar tari yang dapat menimbulkan estetika tertentu. 

Gerak-gerak Dolalak terinspirasi dari gerak menyanyi, menari, berdansa dan pencak silat yang dilakukan serdadu belanda ketika lelah berlatih dalam tangsi milik Belanda. Motif geraknya rampak dan dinamis.

Berikut penjelasan lebih rinci mengenai ragam gerak dasar Dolalak.

    A. Gerak Kepala

1. Kedet, yaitu gerakan kepala seolah menarik dagu.

2. Gedug, yaitu kepala tegak di gerakan kesamping kanan dan kiri.

3. Gilek, yaitu gerak kepala membuat lengkungan kebawah kiri dan kanan.

4. Godeg cangreud, yaitu gerak gilek diakhiri gerak kedet.

5. Galieur, yaitu gerak halus pada kepala yang dimulai dari menarik dagu, kemudian ditarik dengan leher kembali ke arah tengah diakhiri dengan kedet.

    B. Gerak Tangan

1. Ngithing
Ada yang menyebutnya dengan istilah nyekithing. Yaitu posisi tangan dengan ibu jari menempel pada jari tengah, membentukbulatan. Sedang jari yang lain ditekuk(menekuk/melengkung kebawah).

2. Ngrayung
Ngrayung adalah bentuk gerak tangan dengan posisi ibu jari menempel pada telapak tangan, dan keempat jari berdiri dengan posisi jari-jari rapat.

3. Ukel
Gerakan tangan dengan memutar pergelangan tangan berlawanan arah jarum jam, dengan posisi tangan ngithing.

4. Kebyok
Gerak kebyok adalah gerakan tangan dengan menggunakan selendang yang dihentakkan ke pergelangan tangan dengan menggunakan selendang sehingga selendang menyangkut dipergelangan tangan.

5. Kebyak
Adalah gerakan tangan dengan menggunakan selendang yang dihentakkan atau dibuang sehingga selendang lepas dan tidak lagi menyangkut di pergelangan tangan. Gerak kebyak dilakukan setelah kebyok.

6. Ulap-ulap
Posisi tangan seperti ngrayung, dengan posisi pergelangan tangan ditekuk dan posisi ibu jari berdiri, terletak lurus pada dahi/kening (seperti hormat).

Ulap-ulap ada 2 yaitu ulap-ulap kanan dan ulap-ulap kiri.       

           a) Ulap-ulap kanan
                Ulap-ulap kanan adalah gerakan tangan kanan menekuk di depan kening, sedang tangan kiri menekuk dipinggang (malangkerik).

          b) Ulap-ulap kiri
               Ulap-ulap kiri adalah tangan kiri yang menekuk di depan kening, sedang tangan kanan menekuk di pinggang (malangkerik).

7. Seblak
Gerakan menyibak selendang/sampur dari pangkal ikatan selendang sampai merentang lurus kesamping badan. Kemudian arahkan selendang kebelakang. Seblak kanan kearah kanan, seblak kiri kearah kiri dengan tangan kiri, atau secara bersamaan.

     C. Gerak Kaki

1. Nggroda
Adalah bentuk dasar gerakan kaki dimana posisi telapak kaki saling merapat bagian tumit sedang bagian depan membuka 45 derajat (menghadap sudut).

2. Mendak
Adalah bentuk dasar kaki yang paling dominan, yaitu posisi lutut kaki ditekuk (merendah). Posisi ini dilakukan selama menari.bentuk telapak kaki nggroda posisi kaki mendhak (lutut di tekuk).

3. Tanjak Kanan
Adalah posisi kaki dimana letak telapak kaki kanan agak di depan telapak kaki kiri dan kaki kiri dibelakang kaki kanan. Pada tari putri, tidak ada jarak antara telapak kaki kanan dan kaki kiri. Sedang pada tari putra alus berjarak satu telapak kaki, dan pada tari putra gagah lebih lebar lagi, dengan ukuran lebar kurang lebih 2 x telapak kaki.

4. Srisig
Srisig adalah posisi atau gerakan lari-lari kecil, dengan posisi kaki jinjit dan mendak (lutut ditekuk)

5. Jinjit
Berdiri dengan menggunakan ujung telapak kaki bagian depan.

6. Trecet
Trecet adalah gerakan seperti lari ditempat dengan posisi kaki membuka dan jinjit.

    D. Gerak Badan

1. Hoyog
Gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri.

2. Engkyek
Gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping.

3. Polatan
yaitu gerakan arah pandangan.

4. Oklak
Menggerakkan pundak ke depan dan belakang.

5. Entrag
Menghentakkan badan kebawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.

6. Kirig
Gerakan bahu yang cepat pada saat tertentu.

7. Ogek, entrag dan geblag.




Rabu, 31 Juli 2019

Jenis-Jenis Tari



Untuk mengusai tari, tak hanya mengerti akan arti dari tari namun juga harus paham jenis-jenis tari. Pada dasarnya, seni tari dapat dikelompokkan menjadi dua jenis tari yaitu, berdasarkan jumlah penarinya dan genre atau alirannya.

1. Tari Berdasarkan Jumlah Penarinya

Dalam sebuah tarian pasti ada sebuah subjek utama yang menjalankan tarian tersebut yang disebut dengan penari. Sedangkan para pemain musik yang mengiringi tari hanyalah pendukung agar tari lebih terlihat indah. Berikut penjabaran lebih lanjut tari berdasarkan jumlah penarinya.

          A) Tari tunggal (solo)

Tari tunggal adalah sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari, baik itu laki-laki maupun perempuan.
Contoh : Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.

          B) Tari berpasangan (duet)

Tari berpasangan adalah sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari.
Contoh : Tari Topeng asal Jawa Barat.

          C) Tari berkelompok (group)

Tari kelompok adalah sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari biasanya lebih dari dua orang.
Contoh : Tari Saman asal Aceh.

2. Tari Berdasarkan Genre / Aliranya

Dalam hal, seni tari mencangkum aliran  gerakan tarian itu sendiri dan variasi musik yang dibawakan. Aliran seni tersebut dapat dikelompokan menjadi tiga kategori, yaitu :
A) Tari tradisional
B) Tari kreasi baru, dan
C) Tari kontemporer

          A) Tari tradisional

Seni tari tradisional yaitu tarian yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu, yang dilestarikan lalu menjadi budaya di sebuah daerah. Dalam tarian tersebut terdapat nilai, filosofi, simbol dan unsur religius.

Tujuan dari tari tradisional ini adalah agar budaya tetap terjaga dan tidak hilang dimakan zaman. Tari tradisional dibagi menjadi dua yaitu, tari tradisional klasik dan tari tradisional kerakyatan.

               >> Tari tradisional klasik

Tari ini merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton saja. Tarian ini tidak boleh diganti gerakannya begitupun dengan tari tradisional. Jika tarian tersebut diganti atau hanya sekedar ditambah, yang isi tarian tersebut adalah budaya kerajaan, maka hanya akan merusak nilai sebuah tarian itu sendiri walaupun zaman sudah berganti puluhan tahun.

Ciri seni tarian tradisional klasik adalah tarian yang bernuansa anggun dan berwibawa, juga jubah dan aksesoris mewah yang dikenakan oleh para penari. Biasanya tarian ini diadakan untuk menyambut sebuah tamu kehormatan dan berkebangsaan.

Contoh : tarian ini adalah Tari Bedhaya Srimpi asal Jawa Tengah dan Tari Sang Hyang asal Bali.

               >> Tari tradisional kerakyatan

Kebalikan dari tari tradisional klasik, tari tradisional kerakyatan justru dikembangkan dari masyarakat kaum bawah atau rakyat biasa. Berbeda dengan tradisional klasik, tarian yang satu ini gerakannya tidak terlalu baku. Bahkan bisa di satu padukan dengan gerakan baru yang lebih menarik. Karena tarian ini tidak harus memilki syarat yang berbelit untuk melakukannya. Dari segi gerakan maupun penampilan.

Tari tradisional kerakyatan biasanya di laksanakan atau di adakan dalam bentuk upacara perayaan dan sebagai tari pergaulan.

Contoh : tarian ini adalah Tari Jaipong asal Jawa Barat dan Tari Lilin asal Sumatra Barat.

          B) Tari kreasi baru

Tari kreasi baru adalah sebuah tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer atau juga disebut penata tari.

Seni gerakan yang ditampilkan juga sudah jauh dari kaku. Gerakan yang ditampilkan bersifat bebas, tapi masih tetap dalam kaidah gerakan tari yang estetis dan indah.

Tari kreasi baru dibagi menjadi dua bagian yaitu, tari kreasi baru pola tradisi dan tari kreasi baru pola non tradisi.

                >> Tari kreasi baru pola tradisi

Tari seni ini menggunakan sentuhan unsur tradisional. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Ada nilai-nilai tradisi yang dibawakan dalam tarian jenis ini.

               >> Tari kreasi baru pola non tradisi

Sebaliknya, tarian ini adalah tarian yang tidak menggunakan sama sekali unsur tradisional dalam tariannya. Baik itu gerakannya, rias dan kostum, iramanya. Dari sini kita bisa mengartikan bahwa tarian ini adalah tarian modern.

          C) Tari kontemporer

Tarian jenis ini merupakan sebuah tarian yang mengunakan gerakan- gerakan yang beresifat simbolik, unik dan mengandung pesan tertentu didalamnya.

Tarian ini terbilang aneh mungkin karena tarian ini yang biasanya membawakan sebuah gerakan berbentuk mengenang sebuah perjuangan seorang tokoh, atau kejadian, atau juga hari tertentu yang mana meninggalkan cerita khusus.


3. Macam-macam tema pada seni tari

           A) Tema Dramatik

Yaitu karya seni tari yang dalam penyajiannya menggunakan cerita atau dalam tari tersebut ada latar belakang ceritanya. Tari yang bertema dramatik bisa dilakukan oleh satu orang penari, dua penari ataupun banyak penari. Misalnya pada tari Menak Kocar (tunggal), Karno Tandhing (berpasangan). Pada tema dramatik bentukelompok dibedakan menjadi :

                   >> Berdialog 

a) Menggunakan Bahasa Tembang
Contoh : Tari Langendriyan, Tari Langenmandrawanara

b)      Menggunakan Bahasa Prosa
Contoh : Wayang Orang

c) Tanpa Dialog
Contoh : Sendratari ( Seni, Drama, dan Tari )

           B) Tema Non Dramatik
Karya tari yang dalam penyajiannya tidak menggunakan cerita atau tidak merupakan bagian dari suatu cerita, tetapi menggambarkan sesuatu.

Contoh : Tari Kuda-Kuda, Tari Golek, dll.

          C) Tema Heroik

Pada tema heroik biasanya berbentuk perang atau tandingan yang menggambarkan kegagahan dan keperwiraan.

Contoh : Tari Prawiraguna, Tari Bambangan Cakil

          D) Tema Erotik

Karya tari yang bertema erotik menggambarkan percintaan antara pria dan wanita. Dalam tema dapat ditarikan tunggal ataupun pasangan.

Contoh : Tari Gatutkaca Gandrung, Tari Karonsih. 

           E) Tema Imitatif / Totemis

Tari yang bertema imitatif adalah gerak tariannya menirukan binatang atau hewan dan alam.

Contoh : Tari Kukila, Tari Kelinci, Tari Kupu-Kupu.

           F) Tema Pantomime / Mimitis

Karya tari yang bertema pantomime yaitu gerak tariannya meniru gerak orang atau menggambarkan suatu bentuk aktifitas manusia.

Contoh : Tari Batik, Tari Nelayan, Tari Gambyong.                                                                                                    

Jumat, 26 Juli 2019

Pengertian Seni Tari Menurut Para Ahli Dalam dan Luar Negeri



Ragamnya suku bangsa dan daerah menjadi faktor Indonesia memiliki begitu banyak budaya terutama dalam seni tari. Inilah yang menyebabkan seni tari di Indonesia khas karena setiap seninya menggambarkan keunikan masing-masing daerah.

Oleh karena itu, ayo bersama-sama lestarikan budaya turun-temutun ini dengan mempelajari arti dari seni tari itu sendiri!


Arti Seni Tari Menurut Tokoh Luar Negeri

1. Aristoteles

Siapa sih yang gak kenal dengan Bapak Ilmu Pengetahuan Dunia?

Sebutan ini tak lain ditujukan untuk Aristoteles, seorang filsuf Yunani yang tidak hanya memiliki ketertarikan pada ilmu fisika, biologi, dan politik tetapi, pada bidang seni seperti puisi, teater, dan musik.

Seni tari bagi Aristoteles sendiri adalah suatu gerak ritmis yang mempunyai tujuan untuk menghadirkan karakter manusia saat mereka bertindak dan menderita.

2. C. Sacha

Curt Sacha, pakar musik berkebangsaan Jerman yang telah mempelajari musik sejak usia belia. Walaupun lebih dominan dalam seni musik, Sachs juga juga pernah menerbitkan sebuah buku berjudul “World History of the Dance (1937)" yang berisi tentang seni tari. Wah, jauh sekali ya dari musik menjadi tari?

Menurut Beliau seni tari adalah pelafalan jiwa manusia melalui gerak berirama yang memiliki nilai estetika.

3. Judith Mackrell

Tak ingin kalah dengan C.Sacha, seorang kritikus tari ini juga telah menulis banyak artikel berkaitan dengan seni gerak tubuh ini.

Dalam artikelnya yang diunggah dalam media online Britannica.com dengan judul Dance (2017), Ia mengartikan seni tari adalah gerak-gerak tubuh yang ritmis, seiring dengan musik dan dilakukan dalam sebuah ruang, dengan tujuan mengekspresikan ide atau emosi, melepaskan energy, atau hanya untuk kesenangan semata.

4. John Weaver

Sudah pernah mengenal atau mendengar nama beliau?

Pria berkebangsaan Inggris ini juga sangat mencintai seni tari. Weaver juga dikenal sebagai master dalam tari balet, koreografer, dan bapak pantomim dalam sejarah Inggris.

Menurut beliau, seni tari adalah gerak-gerak teratur yang elegan, dibentuk secara harmonis dari sikap yang elok, dan melawan postur tubuh yang anggun.


Arti Seni Tari Menurut Tokoh Dalam Negeri

1. Soedarsono

Teman-teman ada yang ingin masuk ke Universitas Gajah Mada? Nah, Beliau ini dulunya merupakan guru besar dalam bidang Seni dan Sejarah Budaya di Fakultas Ilmu Budaya UGM lho.

Arti seni tari bagi seniman berkebangsaan Indonesia ini  adalah ungkapan ekspresif jiwa manusia dalam gerak-gerak yang indah dan ritmis.

2. Bagong Kussudiarja

Beliau merupakan seorang koreografer dan pelukis yang berasal dari Indonesia. Terjunnya Bagong dalam bidang seni tari membuat Beliau ingin memiliki pusat latihan tari (PLT). Keinginannya itu akhirnya terwujud pada tahun 1958.

Definisi seni tari menurut beliau adalah suatu seni yang berupa gerak ritmis yang menjadi alat ekspresi manusia.

3. Yulianti Parani

Parani merupakan seorang koreografer dan juga sejarawan yang lahir di Jakarta pada tahun 1939.
Tak ingin kalah dengan Bagong Kussudiarja, Beliau juga mendirikan sekolah balet bernama Nritya Sundara pada tahun 1957.

Bukan tanpa alasan Beliau mendirikan sekolah balet. Karena kecintaannya Beliau dengan tari balet sejak usia 11 tahun, memotivasinya mengembangkan tari balet di Indonesia yang sebelumnya sangat jarang di negara kepulauan ini. 

Menurut Parani seni tari adalah gerakan ritmis sebagian atau seluruhnya dari tubuh yang terdiri dari pola individual atau kelompok yang disertai ekspresi atau ide-ide tertentu.

4. Drs. I Gede Ardika

Bagi teman-teman yang belum kenal dengan Beliau, I Gede Ardika adalah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada masa Kabinet Gotong Royong. Beliau memegang jabatan tersebut di tahun 2000 hingga 2011.

Mantan menteri Kebudayaan dan Pariwisata ini mengartikan seni tari sebagai sesuatu yang dapat menyatukan banyak hal hingga semua orang bisa menyesuaikan diri atau menyelaraskan geraknya menurut caranya masing-masing.


Nah, semoga dengan membaca hakikat dari seni tari itu sendiri dapat memotivasi anda untuk mencintai dan melestarikan budaya seni tari di Indonesia.

Sekarang, Apa arti 'Seni Tari' itu sendiri bagi kalian? Silahkan beri komentar, Terima Kasih.